maba adalah sebuah kata baru dalam KUBI yang berartikan "norak" , "cupu" , serta makna negatif lainnya dalam kehidupan perkuliahan.
dalam sebuah kalimat , bisa dituliskan seperti ini
"norak banget sih dek, maba ya ?"
atau
"jadi maba gak usah belagu deh !"
memang dalam siklus kehidupan itu seperti bola. Kadang di atas, kadang di bawah, kadang kelempar. Dan sayapun bingung mendiskripsikan status sosial maba ini berada di kasta mana dalam dinamika kehidupan perkuliahaan. antara yang dibawah, atau yang kelempar.
yang jelas, semua orang pasti pernah menjadi maba. dan saya sedang mengalami masa itu.
seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, maba harus mengalami apa yang namanya makrab, atau di sebagian jurusan menjadi inisiasi, atau bahasa halus dari "pembantaian" , bisa dikatakan seperti itu. saya disini berbicara bukan sebagai maba yang sotoy, atau belagu karena habis di makrab. tapi saya hanya mengutarakan apa yang saya alami sebelumnya. :D
makrab yang dikemas dalam bentuk great camping 2011 yang diadakan di tempat yang menurut saya cukup angker , wonogondang, berjalan lancar, walau ada beberapa hambatan. Saya bersyukur mendapatkan kelompok yang isinya asyik, saling mendukung, dan kompak.
perasaan sebelum makrab : tegang, pasrah.
*Day 1*
pagi itu gua harus bangun jam 5 pagi, jujur saat itu gua juga gak bisa tidur lantaran cemas dan takut. kepikiran? banget. bagaimanapun caranya gua harus pergi ke kampus bersama warga komunikasi lainnya dari asrama tanpa membawa kendaraan pribadi di waktu seperti itu. Syukurlah Tuhan mencipatakan alat transportasi bernama taksi. Bermodalkan patungan, akhirnya gua sampai di tempat tujuan.
seperti biasa, komdis sudah mulai beraksi di pagi hari.
gua mulai berpikir kenapa komdis bisa nahan masang muka jutek selama kurang lebih 1 bulan penuh. tanpa ketawa , tanpa senyum di depan semua maba .
dengan bermodalkan seluruh perlengkapan, maka gua siap berangkat ke wonogondang !
"kalian akan pergi ke wonogondang dengan kendaraan yang amat spesial !" kata kakak angkatan gua,
ternyata mereka baik sekali menyewa alphard 100 biji buat maba.
tidak.
di depan sudah tersedia truk brimob untuk dinaiki mendaki gunung lewati lembah menuju tempat eksekusi, wonogondang. yah memang, setidaknya lebih baik daripada ketika gua live in dulu harus menaiki gunung di wonosari menggunakan truk sampah, lalu naik di atasnya dan mobil dijalankan dalam keadaan yang terik. Dimana jika ada pohon dengan berdahan rendah kita semua harus menundukkan kepala, serta menahan panasnya sinar matahari...
pengalaman buruk.
walaupun begitu, tetap saja truk brimob ini memberikan kesan bahwa gua akan melakukan latihan militer. gua hanya bisa berdoa kepada yang kuasa.
"LARI KELILING GUNUNG DEK ! CEPETAN !"
atau
"TEMBAK TARGETNYA DEK ! GIMANA SIH MASA GAK BISA?"
begitulah kira kira bayangan makrab gua begitu melihat kendaraan militer yang menjemput.
***
hari berjalan sangat lama . begitu sampai di tempat, gua mulai melakukan trekking mendaki gunung lewati lembah. di hari yang cukup panas tersebut, gua mulai menyusuri gunung disana. terdapat 5 pos.
pos pertama bernuansa 17 agustus. dimana gua harus mengambil koin yang diselipkan di pepaya dan harus diambil menggunakan mulut saja.
dan pepaya tersebut dilapisi kecap asin.
kecap asin..
oli.
dan oli tersebut tidak boleh dihapus / dicuci sampai pos berikutnya, jika ketahuan dihapus, maka komdis akan bertindak. oke, daripada gua disetrika komdis, lebih baik menjadi maba yang baik hati dan tidak sombong. ada satu hal yang menarik disini,
"koin nya jangan dibuang ya, karena ini koin emak gua"
begitu gua menarik salah satu koin, gua reflek masih menggigit koin tersebut di mulut gua..
"eh koin nya sini dek ! itu koin emak gua !"
lalu begitu semua koin sudah dikeluarkan dan bertebaran di rumput
"aduh koin emak gua pada kemana nih.."
aduh kak, sayang banget sama koin emaknya. tahu gitu jangan dipake game deh kakak. saran dari maba ini.
***
lanjut ke pos 2, terdapat pemberhentian pertama dari salah satu komdis. Komdis kece. #eh . waktu gua berhenti, disuruh menyanyikan yel dan jargon.
kebetulan kelompok gua sailormoon, jadi jargon gua adalah
"SAILORMOON ! DENGAN KEKUATAN BULAN!" cukup sampai disitu. komdis gua merasa ada yang janggal.
"kenapa gak pake 'akan menghukum mu' dek?"
1 kelompok pada terdiam
oke, untuk kali ini jawaban yang terbesit di otak gua adalah
"itu kak ! kan sailormoon nya masih maba, jadi gak boleh ngehukum orang"
*suasana hening sesaat*
"ya udah kalian boleh pergi ke pos berikutnya"
"makasih kak.!"
tapi dengan begonya temen gua malah ngomong
"yuk kak !"
"HEH, gila lo ! masa ngajak komdis ikutan trekking ?" lalu kami kabur ke pos berikutnya. komdis gua terlihat cukup speechless mendengar perkataan itu
oke gua lulus pemberhentian komdis pertama. masih banyak pos menanti. mana pemandu gua pake lupa jalan. gua sangat berharap gua tidak nyasar ke kawah gunung merapi . karena salah satu jalan yang gua lalui sepertinya adalah bekas dari lava merapi tersebut.
selama perjalanan menuju pos - pos berikutnya, ada satu teman gua yang sangat berbakat menjadi tour guide. setiap kita ngomongin satu topik yang penting sampai gak penting, maka teman gua yang satu ini akan memberikan penjelasan baik secara empiris, faktual, serta mendeskripsikan berdasarkan fakta yang ada dan diketahui oleh masyarakat secara umum.
"eh itu gunung merapi ya?"
"ia itu gunung merapi! jadi gunung merapi itu dulunya..." oke teman gua udah mulai berceloteh
"eh ini sungai kenapa jadi banyak lumpur?"
"ia ini karena lava kemarin kan? lava itu terdiri dari..." oke temen gua beraksi lagi
dan teman gua yang satu ini juga aneh
"aduh ken itu air minum aman gak buat diminum? aku gua takut ken."
tapi 5 menit kemudian
"ayo ken ! tambah lagi airnya .ada yang mau gak? mau gua ambil lagi nih masukin ke botol !" ........
ajaib memang
***
setelah berbasah - basahan dengan game yang menuntut medan basah - basahan, mendaki tebing lewati hutan dan bebatuan, gua sampai di pos terakhir .
"basah - basahan sudah, jilat oli sudah, pegel udah, capek udah, teriak - teriak sambil jalan udah, kepentung ember juga udah. kira - kira pos terakhir apa ya? apakah itu pos dimana semua komdis akan berkumpul dan gua akan dilempar ke kawah merapi?"
tidak seburuk itu memang. tapi ini juga tidak kalah buruknya.
sewaktu gua sampai di tempat pos terakhir. terdapat beberapa botol air minum dengan warna mencolok, hijau, cokelat, transparan. gua sudah mulai lemas. apakah ini tempat pembantaian indera perasa, yaitu lidah kita?
"kalian pilih nomor 1 sampai 5 , dua nomor yak!"
lalu terpilihlah angka 3 sampai 5.
2 minuman super pun dikeluarkan, salah satunya berwarna hijau dan satunya berwarna kecoklatan tersebut.
tidak mungkin kan itu diiberi racun dan maba meninggal seketika? sepertinya itu terlalu jahat. tapi apakah itu? gua berharap itu hanyalah sebatas jus sawi , dan yang cokelat.... entahlah.
dan ketika gua rasakan yang berwarna hijau...
muntah
air mata mengalir seketika. namun sebagai ketua kelompok, gua harus menghabiskan agak lebih banyak. bukan karena alasan ketua yang arif, melainkan kalau gua disuruh ngabisin gua ada alibi (licik)
dan minuman itu adalah : jus pete.
gua gak bisa bayangin nafas gua udah begimana, yang jelas saat itu yang gua butuhkan adalah relaxa 5 kg, coca cola 3 kg, serta doa dari Tuhan.
setelah meminum ramuan mematikan tersebut, gua yang udah agak lega melaksanakan jatah gua masih lupa bahwa ada satu minuman lagi. jus mengkudu.
RIP nafas gua.
***
ingin sekali rasanya setelah minum jus pete tersebut gua menyapa semua kakak angkatan gua yang baik hati dan mengobrol mereka seharian penuh, tanpa memakai slayer ataupun masker untuk menutup mulut gua. bukankah itu merupakan bentuk konkret maba yang baik hati ?
yang jelas pengalaman seperti itu pastinya tidak akan gua ulangi (dan gak akan mau gua ulangi) sampai gua tua nanti . kecuali gua jadi maba lagi. amit2 deh .
great camping 2011. emang oke:D