bambu, merupakan tanaman terfavorit gua dari minggu ini. gua menjadi dekat dengan bambu, makanan kesukaan panda , entah bambunya atau daun bambunya , gua juga gak gitu peduli.
lantas alasan gua menjadi dekat dengan bambu kali ini adalah, berkaitan dengan acara sekolah gua yang akan sebentar lagi direlease,
19 oktober - 23 oktober 2009
FOSIL
*jadi promosi
acara festival olah raga dan lingkungan yang diadakan sekolah gua, terdapat berbagai macam kegiatan olah raga yang dilombakan, serta lomba lomba lainnya,
seperti memasak, dll.
dalam acara tersebut, akan hadir juga BLP serta Jacket Potatoes, diiringin anak - anak dari sanggar akar dengan alat musiknya yang ajaib itu.
nah, untuk kegiatan kali ini, sama seperti tahun sebelumnya , gua mengikuti diri sebagai anak puncak acara (lagi), dan anak - anak puncak acara juga ternyata sama lagi seperti tahun sebelumnya, hanya saja kali ini kekurangan anak kelas 12 yang sudah lulus.
well, apa hubunganya dengan bambu? dalam hal dekorasi, bambu kali ini diperlukan
banyak
karena itu, anak - anak puncak acara sampai sampai pergi ke tanah kosong tidak terurus di sebelah rumah yessica,
bermodalkan gergaji, pisau daging yang biasa terletak di dapur, serta tangan dan tenaga sendiri, maka jadilah kami semua memotong bambu yang ada disana,
konon katanya bambu disitu (biasanya) ada penunggunya, jadi untuk memotong 1 harus meminta ijin terlebih dahulu.
gua dengan santainya sebelum memotong bilang
"eh minjem bambunya yah, mau dipake buat fosil, thanks <3"
alhasil bambu potongan gua paling pendek sendiri, shit.
setelah memotong bambu , membersihkan, serta membawanya dari nusa loka ke sekolah, dimana bambu yang dibawa antara 3 - 4 meter, dan bambu potongan gua mungkin cuma 2 - 2 1/2 meter , itupun bambu gua paling mungil sendiri.
dimana setiap kalau ada belokan, dengan membawa bambu sepanjang itu, digotong 3 - 4 orang, menghasilkan kemacetan dmana - mana, apalagi takut kena kepala orang karena ujungnya sangat panjang.
setiap ada belokan, sudah bisa dipastikan, 3/4 dari bambu tersebut harus sudah berada di bagian depan, lalu anak - anak membentuk sudut putaran tajam, supaya bambu tersebut bisa berbelok tanpa patah
dan tanpa mengenai kepala orang,
termasuk mengenai pintu sekolah, dan kepala satpam serta guru - guru terdekat.
termasuk pak frans yang sempat kaget melihat bambu dikaitkan di pagar sekolah dengan keadaan berdiri,
sambil berteriak + mundur 3 langkah dari tempat semula
"HAAAAAA? BAMBU?"
***
belum cukup pengalaman gua dengan bambu, hari ini gua kedapetan dekor 1 hari penuh. dijadwalnya sih sebenarnya hari ini selesai untuk semua
namun apa daya karena keterbatasan kami semua, akhirnya hari ini kerja kedapetan semaksimal mungkin.
dan gua bekerja berkaitan dengan bambu (lagi).
hari ini, gua bersama dengan congor dan bowo, membuat penyangga obor dengan BAMBU, oh bambu yang dipotong dengan ukuran tertentu, sehingga menyangga obor tersebut dari 3 arah.
hal yang pertama dilakukan adalah menggergaji bambu
dalam hal ini, yang menggergaji adalah bowo, yang memegangi bambu adalah congor,
gua hanya melihat.
lalu tiba - tiba muncul andri yang ingin mencoba iseng - iseng menggergaji bambu.
"eh eh gua mau cobain dong gergaji bambunya!"
bowo yang sepertinya sedang baik hati memberikan gergaji tersebut kepada andri.
ketika andri menggergaji..
"ndri, posisi duduklo MANIS banget sih? yang bener napa" si Salim mengomentari, emang sih gaya duduk andri bisa dibilang gak nyantai. mau gergaji bambu tapi posisi duduknya udah kaya aisyah lagi nunggu dianiaya sama tokoh jahatnya.
baru andri mulai menggergaji,
kresek, kresek , kresek,
"EH GERGAJINYA SAMBIL BERDIRI NDRI JANGAN DUDUK!"
kresek , kresek , kresek,
"AWAS NDRI KAKI GUA"
kresek, kresek,
3 menit kemudian suara kreseknya hilang
"kenapa ndri?"
"GERGAJINYA NYANGKUT, INI SUSAH BANGET" andri berkata udah sambil mau mewek, seakan - akan dunia akan kiamat.
terlihat ketika andri sedang berusaha menggeser gergajinya, namun tidak bergerak sama sekali, yang ada gergajinya jadi peyot seakan - akan mau patah.
akhirnya nisa yang tidak tahan melihat ini,langsung mengambil alih gergaji lalu menggergaji bambu malang tersebut dengan ganas.
dalam waktu hitungan menit, 1 gergaji sudah berhasil ditebang.
tidak puas, andri langsung ingin mencoba bambu kedua, dengan posisi yang siap, posisi tangan sudah benar, dan posisi duduk sudah pas.
ketika mulai menggergaji,
kresek, kresek, kresek,
"aduh ini susah banget sih."
kresek, kresek, kresek
"ah.."
kresek, kresek, kresek
"iih, .."
kresek, kresek , kresek
"aih.. ah.."
"EH LO MOTONG BAMBU ATAU NGAPAIN SIH?" nisa dan mara berkomentar tentang hal yang sama mengenai hal ini
gua? dibilang ketawa mesum sama andri -_-
***
bagian selanjutnya adalah memaku bambu tersebut. berhubung paku (disebut baca : paku kuntilanak oleh nisa, karena ukuranya seperti di film paku kuntilanak) tersebut kekurangan stok, maka harus dibeli di toko bangunan. maka gua dan nisa pergi membeli paku tersebut.
di toko bangunan
"mbak, beli paku !"
"paku apa? besi atau beton?"
"besi aja deh"
"berapa?"
"beli 1 kilo!"
"1 kilo 11 ribu dek"
"1 kilo isinya berapa?"
"1 kantong"
"gila, itu mah mau maku orang 1 RT, gak lah! beli 7 aj"
dalam pikiran gua, buat bambu , alah paling paku besi aja cukup.
sepulang dari toko tersebut.
"ken , ke alfa midi dulu yu?"
"ngapain?"
"beli apa gitu~,pake duit ini aja"
begitu sampai di depan toko, tiba - tiba saja NISA TERLIHAT MEMENDEK, lalu
jatuh kepleset
"AAAAAH!"
saat itu sedang lampu merah, jadi sepertinya semua mata tertuju kepada nisa, bahkan sampai tukang bangunan yang ada disitu.
"KEN, KITA JADI KE ALFA MIDI, TAPI BELI BETADINE!"
"adanya betadine , mau yang mana? buat kanak - kanak?"
"TERSERAH!"
alhasil nisa seperti terkena kualat
***
sampai di sekolah, gua kembali bersama dengan 1 plastik kecil paku kuntilanak tersebut, lalu memulai memaku bersama dengan congor , bowo.
namun karena hari sudah semakin sore, terpaksa congor dan bowo pulang terlebih dahulu.
akhirnya gua dan nisa yang tersisa memaku bambu ini.
"nis, cara maku bambu sampai 3 begini gmn?"
"kan harusnya begini.."
disaat gua berdua lagi bingung, pak frans dari dekat HANYA MEMANDANG KAMI BERDUA
"eh pak! daripada ngeliatin doang, mending bantuin!"
"oh, ya udah saya bantuin, sekarang kamu liat contoh sebelumnya aja, tar baru dipaku"
"wuh bapak PINTAR BANGET, MAKASIH SARANYA"
-_-"
tiba tiba dari kejauhan, terdapat satpam yang terlihat berteriak - teriak ke arah kami, sambil heboh,
"KELUAR! KELUAR ! WAWAWAWA(karena suara mereka ga jelas, gua dengernya wawawawa)WAWAWAWAWAWAWA, KELUAR!"
dalam hati gua, ini knp satpam nyolot banget, baru jam segini udah main ngusir murid muridnya aja?
"nis, itu kenapa sih satpam nyuruh pulang?"
"gak tahu"
lalu gua dan nisa sibuk memaku lagi.
tiba - tiba, dari arah kiri, semua anak - anak panitia FOSIL LARI KE ARAH PINTU,
EH MAMPUS LO? gua ikutan lari sama nisa, sambil membawa paku juga tentunya.
sesampai di luar
"EH ADA APA SIH?"
"ADA GEMPA!"
"MASA SIH? KOK GUA GA NGERASA? PAS GEMPA MALAHAN GUA LAGI SIBUK MAKU SAMA NISA!"
"BERASA KOK, ORANG SAMPE GOYANG"
tidak lama kemudian, kepala sekolah gua yang kebetulan juga tertinggal di dalam dan tidak merasa gempa, keluar dengan tanpa alas kaki sambil membawa steples -_-
pak frans yang gaul langsung menyalakan HPnya, sambil memasang radio elShinta, konon 2 menit setelahkejadian, langsung diketahui pusat gempa berada di Ujung kulon, di daerah banten juga.
***
fenomena gempa selesai, gua balik lagi masuk ke dalam untuk memaku bambu,
"tuh kan nis! bambu kita aj gak jatuh! berarti gempanya kecil dong?"
"ia yah"
tiba tiba pak fran ngomong
"lah itu ada 1 bambu jatuh?"
"oh yang itu? itu saya yang lempar pas kaget anak anak pada lari keluar, jadinya jatuh deh" -________-"